Kesal Teringat Suaminya Selingkuh, Ibu Muda Biarkan Bayinya Karam Di Kolam Mandi

Posted by Ganas003 on Agustus 07, 2019
Seorang ibu muda tega membiarkan bayinya yang masih berusia tiga bulan tewas di kolam kamar mandi. Hal tersebut terjadi di Kampung Cisuren, Desa Sukanagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (28/9/2019).


Nur Raisa, bayi pasangan D dan Y ditemukan tak bernyawa pertama kali oleh Mae (65), nenek bayi tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menyampaikan YN (20), ibu kandung bayi itu, ditetapkan sebagai tersangka.

Hal ini menurut hasil penyelidikan di lapangan dan ratifikasi dari tersangka sendiri.

“Tersangkanya YN, tak lain ibu kandung dari bayi tersebut,” kata Juang dalam keterangannya di hadapan wartawan di halaman Polres Cianjur, Minggu (29/09/2019). Mengenakan baju tahanan dan wajah ditutupi masker, YN hanya sanggup tertunduk di hadapan sorotan kamera wartawan.

Ibu muda yang dihadirkan dalam konferensi pers Kepolisian Resor Cianjur di jalaman Polres Cianjur, Jawa Barat itu sama sekali tak ingin menawarkan wajahnya. Ketika diwawancarai wartawan, YN menjawab setiap pertanyaan secara terbata-bata. Bahkan YN menangis sesenggukan disela-sela menjawab pertanyaan.

YN mangaku meratapi perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa bayinya yang gres berusia 3 bulan dengan cara tragis. “Menyesal, Pak. Saya menyesal,” ucap YN sembari terisak ketika ditanya wartawan. YN tega meninggalkan bayinya yang masih berusia 3 bulan di dalam kolam mandi yang terisi penuh air.

Warga yang mengetahui insiden tersebut tak mendapati YN di lokasi kejadian. YN ditemukan warga tengah duduk seorang diri di kebun yang berjarak beberapa ratus meter dari rumahnya. “Sama keluarga dan warga sempat dicari-cari. Ketemunya di kebun, sedang susuk sendirian sambil pegang lutut, ibarat orang kebingungan dan ketakutan,” tutur D (24) suami YN kepada wartawan di Polres Cianjur, Minggu (29/9/2019).

Sang suami pun terkejut dan tak pernah menyangka sama sekali istrinya yang ia nikahi 2,5 tahun kemudian itu tega melaksanakan perbuatan tersebut. Terlebih, D mengatakan, selama mengarungi biduk rumah tangga dengan YN, tak pernah terjadi perselisihan yang berarti di antara keduanya.

“Selama ini (rumah tangga) baik-baik saja, tidak pernah ada masalah. Dia juga penyayang sama anak.”

“Jangankan mukul, anak panas dikit saja buru-buru dibawa berobat. Saya benar-benar kaget dengan insiden ini,” ucap D lirih.

Sebelumnya pihak kepolisian memastikan kondisi kejiwaan YN sama sekali tidak terganggu alias sehat. Polisi memastikan tersangka melaksanakan perbuatannya dengan keadaan sadar.

“Kondisi (kejiwaannya) sehat, namun memang terlihat sedih, alasannya ialah mungkin tidak menyangka akan insiden ibarat ini, dan tidak tahu ke depannya jadi ibarat apa,” kata Kapolres Cianjur AKPB Juang Andi Priyanto.

Juang menyebutkan tersangka melaksanakan tindakannya itu alasannya ialah kesal, Menurutnya, awalnya bayi berusia tiga bulan YN itu terus-menerus menangis ketika hendak dimandikan.

“Saat itu, tersangka juga tiba-tiba teringat perbuatan suaminya yang katanya pernah berselingkuh dengan seorang wanita ketika ia hamil 7 bulan,” tutur Juang.

Dalam suasana hati kesal dan murka tersebut, YN kemudian meninggalkan koeban yang ketika itu sudah berada di kolam mandi berisi penuh air sampai alhasil meninggal dunia.

Atas perbuatannya tersebut YN dijerat Pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2-14 wacana Perlindungan Anak juncto pasal 338 KUHP.

Selain itu YN diancam eksekusi maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 miliar.

sumber : tribunnews.com