4 Hari Usai Melahirkan, Sang Suami Paksa Berhubungan, Istri Tahan Sakit Sampai Meninggal Dunia

Posted by Ganas003 on Agustus 14, 2019
Pada rentang waktu ini juga, rahim juga akan mulai berkontraksi, menyusut ibarat sebelum hamil. Waktu 44 hari itu dirasa cukup untuk mengembalikan organ kewanitaan. Suami harus bekerja sama dengan istri mereka untuk menghindari selama masa itu untuk memastikan kesehatan mereka sepenuhnya.


Namun, ada juga kasus suami yang kejam, bisa jadi alasannya ialah tipikal yang kasar dan ada juga yang tidak memahami apa yang seharusnya tidak dilakukan terhadap istrinya. Seperti apa yang dikisahkan Indah Hazrila yang diunggah di di halaman facebooknya ini.

Sulit dimengerti seorang ibu yang gres 4 hari melahirkan, terpaksa menahan sakit alasannya ialah suaminya terlalu bernafsu.

Tak bisa dibayangkan, bagaimana rasa sakit yang dialami istrinya. Yang paling menyedihkan, bayi berusia 4 hari harus masuk panti asuhan akhir kekejaman ayahnya. Mari kita ikuti kisahnya di bawah ini.

Ini bisa Anda jadikan pelajaran dan bagikan untuk semua orang di luar sana.

Baru berusia 4 hari Kisah ini sudah terjadi beberapa tahun lalu. Namun alasannya ialah kengeriannya, saya ingin menceritakannya lagi. Di ruang gawat darurat, kami mendapatkan seorang pasien ibu muda. Ia gres melahirkan empat hari yang lalau.

Wajahnya biru pucat, matanya yang hitam ke atas, bibirnya kebiruan, mulutnya berbusa, tubuhnya kaku … dingin. Sang suami berkata, istrinya tiba-tiba jatuh ketika tidur. Dan istrinya juga mengalami perdarahan pada ketika bersamaan.

Staf medis kami bekerja keras untuk menstabilkan kondisi ibu yang sangat kritis tersebut. Bantuan pun segera diberikan. Pada ketika yang sama, dokter melaksanakan investigasi dasar pada pasien untuk melihat berapa banyak darah yang keluar dari kemaluan si ibu.

Begitu kainnya dibuka, ditemukan kain sudah mengering, celana dalam dipenuhi darah. Saat dokter menyidik jahitannya, ia menemukan hal yang mengejutkan.

Episiotomi perut terbuka!

Dia terkejut bukan alasannya ialah luka episiotomi terbuka alasannya ialah benang itu lepas, tapi alasannya ialah luka itu tampak robek-robek, dan menciptakan luka itu makin memburuk. Dokter telah mengasumsikan hal yang satu itu sebagai kemungkinan penyebab ibu itu mengalami pendarahan hebat.

Dokter kembali menemui suaminya. Saat itu, si ibu diberi dukungan pernapasan eksklusif dari paru-paru dan sedang mendapatkan transfusi darah dan obat-obatan lainnya alasannya ialah kondisinya semakin parah.

Dokter perlahan bertanya kepada suaminya:

“Jujurlah dengan saya Apakah kau berafiliasi seks dengan istrimu?”

“Eh, bagaimana mungkin Pak dokter, istri saya habis melahirkan.” Kilahnya.

Pak, saya mohon supaya jujur kepada saya. Tidak mungkin seorang istri bekerja, akan robek ibarat yang saya lihat sebelumnya.

Sang suami alhasil mengakui bahwa ia telah berafiliasi dengan istrinya secara paksa. Bagian kemaluan istrinya robek alasannya ialah beliau telah memaksanya.

Setelah puas dengan keinginannya, ia menemukan badan istrinya kejang, tiba-tiba mulutnya berbuih dan beliau hilang kesadaran.

“Allahuakhbar! Astagfirullah!” Tidak ada balasan yang bisa dikatakan dokter. Hanya bisa menahan amarah dan keprihatinan. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang, Dia telah mengundang sang ibu kembali ke sisiNya.

Dokter tidak bisa menyelamatkan si ibu alasannya ialah kehilangan darah yang berlebihan dan kegagalan organ dalam tubuh.

Ada pesan yang tersirat dalam ajal ibu ini. Tidak ada lagi trauma baginya, tidak ada lagi rasa sakit untuknya.

Tapi sayang anaknya yang masih bayi. Harapan mencicipi kehangatan air susu ibu, kelembutan lengan ibu, sekarang sudah jadi piatu alasannya ialah nafsu ayahnya sendiri.

Sumber: islamidia.com