Cewek Dandan Bukan Buat Cari Perhatian, Memang Salah Memuaskan Diri Sendiri?

Posted by Ganas003 on April 03, 2019 in
Dandan, sebuah acara yang seringkali dianggap buang-buang waktu, tenaga bahkan uang. Dandan juga dianggap sebagai cara meniru diri, padahal kenyataan yang ada justru sebaliknya.


Masih banyak sekali stigma buruk yang muncul tiap kali ada cewek yang memulaskan lipstik ke bibirnya ketika sedang di kawasan umum. Meski caranya cukup sopan, tetap saja acara ini dianggap kurang pantas dan berujung kepada, “dasar centil banget ih!”. Hmmm, memangnya seburuk itu ya definisi dandan di mata kalian?

Demi sanggup mendapatkan diri sendiri, berdandan merupakan hal termudah yang sanggup dilakukan sebelum kami benar-benar depresi

Bibir lo item banget! Diapain kek agar enakan dikit dilihat…
Eh kok bekas benjol lo tambah banyak? Nggak niat buat beli krim ke dokter?

Bukan cuma di dunia nyata, celetukan yang katanya ‘bercanda’ ini juga marak berseliweran di dunia maya. Dunia di mana banyak kepalsuan dan seharusnya nggak untuk diseriusi. Namun, sadar nggak jikalau ‘bercandaan’ semacam ini sanggup berujung ke sakit hati? Jadi, jangan salahkan jumlah lipstik dan foundation kami yang hampir memenuhi laci kamar ini, ya!

Meski honor kami nggak seberapa, yaitu sebuah kebanggan sanggup membeli sendiri bedak dan lipstik ketika kami membutuhkannya

Hal-hal berbau pujian menyerupai ini rasanya kurang etis jikalau terlalu sering dibagikan ke banyak orang. Tapi, sekali-kali perlu untuk ditekankan alasannya nggak semuanya paham bahwa usaha untuk mencukupi segala kebutuhan sendiri itu juga jauh dari kata gampang. Please, pahami mulai sekarang!

Hobi dandan ini memang entah muncul semenjak kapan. Tapi di banding bergosip atau mengusili orang, kami rasa dandan yaitu ‘pelarian’ yang elegan

Lagi, bahwa sangat sulit meyakinkan seseorang bahwa dandan yaitu sarana penerimaan diri dari banyak sekali macam tempaan yang ada. Simpelnya, dandan yang notabene hobi mainstream inipun harus jadi ‘sasaran’ banyak orang meski impact-nya baik untuk memuaskan diri sendiri.

‘Lo manis jikalau pakai make-up’, yaitu ungkapan halus dari, ‘lo buruk banget deh, ke neraka aja sono!’. Jangan berkilah hanya demi dianggap baik, ah!

Apa salahnya jikalau wajah kami sedikit berubah ketika bedak, lipstik, blush on hingga pensil alis sudah on point?

Nggak semua orang termasuk kami suka dengan basa-basi. Meski mungkin bibir, hidung atau pipi kami jauh dari kata proporsional, ini bukan alasan untuk kalian menjadikannya materi olokan. Ya, harusnya kalian berterimakasih dengan penemu lipstik yang sanggup menciptakan warna bibir kami jadi lebih ‘manusiawi’.

Segitu saja, ya. Semoga kalian makin paham, bahwa dandan itu ejaannya bukan C.E.N.T.IL

Sumber: hipwee.com